Koleksi Terbaru

Umbi ajaib tumpas penyakit: kanker, diabetes, hipertensi, stroke, kolesterol, dan jantung

Hilis | Rabu, 30 Augustus 2017 - 09:25:24 WIB | be reader: 48 reader

Judul                     : Umbi ajaib tumpas penyakit: kanker, diabetes,

  hipertensi, stroke, kolesterol, dan jantung

Pengarang           : dr. Prapti Utami, Lina Mardiana, Tim Penulis PS

Edisi/cetakan      : 1

Penerbitan          : Jakarta: Penebar Swadaya, 2013

Deksripsi Fisik    : iv, 172 hlm.; ilust.; 23 cm.

ISBN                    : 978-979-002-564-6

Buku ini memberikan informasi mengenai berbagai macam umbi-umbian yang memiliki khasiat dalam menyembuhkan penyakit. Ada 7 jenis umbi-umbian yang dibahas dalam buku ini, yaitu: bawang berlian, bawang putih (bawang lanang), bawang merah, bawang bombai, umbi sarang semut, umbi bidara upas, serta umbi keladi tikus. Ketujuh umbi ini sedang trend di kalangan masyarakat disamping obat herbal lainnya seperti daun-daunan herbal. Umbi-umbi ini telah terbukti secara klinis dan empiris berkhasiat bagi kesehatan dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Umbi seperti halnya daun yang dijadikan obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit, sehingga ketujuh umbi ini dijuluki umbi ajaib.

Bawang berlian yang lebih dikenal dengan bawang dayak dan saat ini banyak dibudidayakan di luar pulau Kalimantan, memiliki khasiat yang banyak sekali untuk menyembuhkan berbagai penyakit karena mengandung senyawa allicin, naftokuinon dan turunanya, antosanin, dan alkaloid. Allicin mampu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kekentalan darah, niftokuinon dan turunannya berfungsi sebagai senyawa agen anti kanker, antimikroba, antifungi, antivirus dan antiparasit yang mampu memerangi kanker. Antosianin merupakan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan kuat yang penting untuk mengurangi berbagai penyakit. Serta alkaloid dengan allicin yang bersifat hipoglikemik yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah. Bawang putih lanang memiliki senyawa dailil disulfida (DADS), allin dan allicin, serta dialil trisulida. Dialil disulfida (DADS) berkhasiat mencegah perlengketan dan penggumpalan trombosit sehingga aliran darah tetap lancar. Allin dan allicin berkhasiat sebagai antiseptik dan antibiotik menghancurkan pembekuan darah dalam arteri, mengurai gejala diabetes, serta menurunkan tekanan darah. Dialil trisulfida berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan memicu pertumbuhan sel-sel baru.

Bawang merah memiliki senyawa minyak asiri, flavonglikosida, floroglusin, peptida, dihidroaliin, sapoinin, sikloaliin, metialii, kuesetin, dan kaemferol. Minyak asiri memiliki khasiat menghilangkan pusing dan mabuk perjalanan serta melancarkan peredaran darah. Flavonglikosida berkhasiat membunuh bakteri dan dapat digunakan untuk pengobatan infeksi agar tidak meradang. Floroglusin berkhasiat menurunkan suhu tubuh, dan mencegah sel kanker pada manusia. Peptida berkhasiat mengurangi kadar gula dalam darah sehingga mampu mengobati diabetes. Dihidroaliin berkhasita melancarkan pengeluaran air seni bagi penderita buang air kecil. Saponin berkhasiat mengencerkan dahak pada gangguan batuk. Sikloaliin, metialiin, kueesetin, dan kaemferol berkhasiat menurunkan suhu tubuh sehingga banyak digunakan sebagai obat demam. Bawang bombai yang banyak digemari dalam setiap masakan, memiliki senyawa allicin, prostaglandin, saponin, serta kombinasi sulfur dan flavonoid (jenis kuersetin). Allicin berkhasiat mencegah terjadinya pembentukan palet-palet darah secara berlebihan (antitrombotik). Prostaglandin berkhasiatkan menurunkan tekanan darah. Saponin berkhasiat mengencerkan dahak pada gangguan batuk. Kombinasi sulfur dan flavonoid berkhasiat mencegah sel kanker dalam tubuh. Riset membuktikan bahwa bawang bombai berkhasiat bagi kesehatan, diantaranya kadar gula darah menurun, dalam setiap irisan bawang bombai tersimpan obat ampuh antikolesterol, dan ampuh mencegah kanker. Umbi sarang semut adalah tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar yang bagian batang bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu. Sarang semut (myrmecodia sp) merupakan herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat papua dan kini meluas hingga keluar papua, diyakini memiliki khasiat sebagai obat kanker, tumor, dan gangguan jantung. Dalam umbi sarang semut mengandung senyawa flavanoid sebagai antioksidan dalam mencegah kanker, mengandung senyawa tanin yang berkhasiat mengobati diare, hemostatik (pendarahan) dan wasir, serta mengandung senyawa kalium dan kalsium yang mampu mengatasi gannguan jantung. Riset membuktikan bahwa sarangsemut tersebut ampuh mengatasi sel kanker, diare, hepatitis, keputihan, malaria, dan rematik.

Umbi bidara upas di kalangan masyarakat memang belum begitu terkenal. Umbi jenis ini banyak terdapat di di pulau Jawa terutama dareah Solo, Yogyakarta, sebagian pulau Maluku dan Sumatera. Tumbuh liar di hutan dan kini banyak dibudidayakan. Daunnya seperti hati, tumbuh merambat dengan batang berwarna merah keunguan. Dalam umbi bidara upas mengandung senyawa antikanker, senyawa nati dota (penetral racun), senyawa anidiabetik, senyawa depurativa (pembersih darah), metanol sebagai antibakteri dan antikanker serta antituberkulosis, juga mengandung senyawa n-heksan sebagai antibakteri dan antituberkolosis. Masyarakat memanfaatkan umbi ini sebagai obat kanker dan tuberkolosis. Hal ini sama dengan hasil uji klinis (riset) yang membuktikan umbi ini berkhasiat sebagai anti kanker, mengobati tuberkolosis dan membersihkan darah. Umbi keladi tikus atau umbi talas banyak tumbuh di asia tenggara dan selatan sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Umbi keladi tikus mengandung senyawa serebrosida sebagai antithepatotoksik, ribosom inactiviting proteins (RIPs) mampu mencegah pertumbuhan kanker, asam laurat dan kaprat sebagai antibakteri, serta koniferin β-sitosterol dan β-daukosterol sebagai hepatoprotektor. Masayarakat banyak memanfaatkan umbi ini untuk mengobati kanker payudara, kanker rahim, kanker paru-paru, dan leukemia. Dan riset membuktikan umbi ini memang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Buku ini terasa lengkap dan sangat bermanfaat karena didalamnya memuat penuturan khasiat dari masyarakat yang telah mengkonsumsi umbi ajaib ini dalam pengobatannya. Selain itu dilengkapi pula dengan resep ramuan umbi ajaib untuk berbagai jenis pengobatan penyakit.

 

 Pustakawan,

 

 

 

                                           Nia Kurniawati